Retropedia
Santanaesque!
29/09/2009 Santana ternyata sempat begitu populer di Indonesia. Setelah era the Shadows, Beatles-Stones, dan Bee Gees, panasnya latin-rock Carlos Santana cs menjadi irama wajib bagi grup-grup rock awal ’70-an negeri ini. Hampir semua menyusupkan latin-rock pada repertoire-nya. Bukan sekadar latin-rock biasa tapi latin-rock-nya Santana. Dengan tiga album pertama band asal San Francisco itu sebagai kitab panduannya. Simak pola lagu dan, yang terpenting, gitar Carlos Santanaesque dari lagu-lagu berikut:
oleh David Tarigan

1.Ariesta Birawa “Si Ompong”
Diambil dari LP 12” Volume 1 (Serimpi, SLP-1030)
Track pembuka dari salah satu album yang dianggap super langka oleh kolektor plat internasional hingga masuk ke kitab suci rekaman psikedelik besutan Hans Pokora, 4001 Record Collector Dreams. Santanaesque Indo-latin-rock at its best!

2.Rasela “Gagal di Sekolah”
Diambil dari LP 12” Vol. 2: Mama (Indah, SML. 12075)
Gagal di sekolah bukan berarti gagal keren seperti Carlos. Simak solo gitar maut di akhir lagu anak-anak tongkrongan Rajawali Selatan, Jakarta ini.

3.Yap Brother & His Orchestra “Mawar Merah”
Diambil dari LP 12” Yap Brother & His Orchestra (FM)
Santana mengkover “She’s Not There”-nya the Zombies. Yap Brother membenturkannya dengan kesadaran Indo dan seksi tiup yang aduhai.

4.AKA “Alam Tanah Air”
Diambil dari LP 12” Do What You Like (Indra)
“Oye Como Va” dengan lirik cinta tanah air. AKA ternyata tidak hanya berhenti di rock Purple atau funk James Brown.

5.Gembells “Bergembira”
Diambil dari LP 12” Pahlawan Yang Dilupakan (Indra, AKL-007)
“Black Magic Woman” ala Surabaya dengan ranjau keroncong di sana-sini. Gembells selalu mengaku sebagai pengusung musik Afro-Asia.

6.De Hands “Thank You”
Diambil dari LP 12” Hallo Sayang (Indra, AKL-039)
Mudjisantana! Sebelum menjadi George Benson ternyata Mus Mudjiono adalah Carlos Santana yang sedang menyamar jadi orang Melayu.
Comments! |
|
|
| |
|