TRAXMAGZ.com
FOLLOW US ON:
Facebook Twitter Google Plus
Loading
ADVERTISER / SUBSCRIBERS

Juni-2014


04 JUNI 2014


Putri Indah Macharani

Kickin' It Hard
It was a good day for us. TRAX menemui Millane Fernandez, penyanyi cantik yang terlibat dalam soundtrack Piala Dunia Brazil 2014 dan ngobrolin soal sepakbola, prediksinya di Piala Dunia tahun ini, hingga banyak hal lain, seperti cemilan wajib kalau lagi nonton pertandingan sepakbola di TV, musik favorit, sampai cowok idamannya. Kalau menurut kalian perempuan satu ini menyenangkan dan enak dilihat, kalian sama sekali nggak salah. She's really fun, and she's kickin'! For sure.

Gimana respon dari publik sejauh ini soal lagu “Dunia Kita” yang jadi 'versi Indonesia'nya soundtrack Piala Dunia Brazil 2014, “The World Is Ours”, dimana kamu kolaborasi sama penyanyi aslinya, David Correy, dan grup perkusi internasional, Monobloco?
Menyenangkan sih, mereka bener-bener suka lagunya. Dan kebanyakan bilang kalau ini memang cocok sebagai sebuah anthem dari suatu perayaan. Kalau menurutku sendiri sih liriknya juga uplifting dan kena banget, representasi kalau dalam hidup itu orang ngewujudin masing-masing mimpinya dengan kerja keras dan semangat, sama seperti di sepakbola. Kamu harus ngasah talenta yang kamu punya dengan giat berlatih, then punya prinsip I will fight to the end, I'll give my everything.

Berbicara tentang Piala Dunia, sudah pasti ada hubungannya dengan sepakbola. Kamu sendiri penggemar sepakbola?
Suka banget. Kalau ngomongin tim favorit negara, udah pasti Jerman. (tertawa)

Sejak kapan suka sepakbola?
Dulu dari pas waktu aku sekolah di Jerman sih. Waktu SMP, pelajaran favoritku itu olahraga dan waktu itu kebetulan ya main sepakbola. Ketika banyak temen cewek yang males, aku malah excited sendiri pas jam olahraga, bukan pelajaran lain. Ya mungkin karena dulu aku lebih hiperaktif dari sekarang. (tertawa) Lagian karena mungkin kakakku dua-duanya cowok, jadinya kebawa tomboy juga.

Kamu kapan pertama kali ngikutin gelaran Piala Dunia?
Piala Dunia tahun 1998 dong di Perancis. Waktu itu aku inget banget, Zinedine Zidane lagi jaya-jayanya, ngebawa Perancis jadi juara di rumah sendiri. Everybody loved him that time, he was the star, right?

Zidane is the man! Well, anyway, waktu itu udah langsung ngalamin yang namanya demam Piala Dunia?
Belum, demam Piala Dunia itu bener-bener aku rasain pas Piala Dunia 2006 di Jerman, karena waktu itu aku lagi di Jerman. Yes! (tertawa) It was like the best thing ever happening in my life! Dan aku inget banget waktu menjelang final antara Perancis dan Italia, aku bisa ngeliat banyak orang nangis, entah deg-degan, excited, apapun itu. Pertama kali ngeliat histeria orang sebanyak itu di jalanan, sebagain besar cowok. Heran, cowok nggak pernah nangis buat cewek, tapi buat sepakbola rela nangis. Tapi memang euforianya kena banget waktu itu. Luar biasa.

Untuk informasi lebih lengkapnya, simak saja majalah TRAX edisi Juni 2014!

teks: Yogha Prasiddhamukti
foto: Eddy Sofyan
stylist: R. Radhitio Anindhito
make-up: Yoga Septa for Make Over (081294836282)
hairdo: Inaro for Marcus Salon (087771991499)
wardrobe by Adidas

COMMENTS

VIDEO

You need Flash player 8+ and JavaScript enabled to view this video.
Trax_Plug_n_Play_small

TWITSTREAM