TRAXMAGZ.com
FOLLOW US ON:
Facebook Twitter Google Plus
Loading
ADVERTISER / SUBSCRIBERS

What's on SLANK's mind


18 NOVEMBER 2014


Dani Febrian Alzamendi

30 Tahun lebih usia mereka bersama. Goyah? Tidak! Saling menguatkan mungkin kata yang tepat. Puluhan album mereka rilis, ratusan lagu jadi hits, kota demi kota mereka sikat habis, tentunya dalam kurun waktu yang lama, sadis! Ya, mereka Slank yang tak ada habisnya untuk dikupas. Legenda musik Tanah Air ini bercerita bagaimana mereka bercermin terhadap sisi gemerlapnya bintang rock tanpa mengubah diri menjadi identitas yang baru. Tetap membumi dengan bumbu intrik dalam persoalan pribadi hingga perempuan yang ada di belakang mereka hingga hari ini. Sampai akhirnya politik menjadi sebuah konsentrasi mereka sekarang ini, demi nama perubahan terhadap pimpinan Negara yang akhirnya hadir, di negeri ini. Setidaknya itu yang mereka pikir saat ini.

 

Bila mendengar kata glamor apa yang terlintas di benak kalian untuk merepresentasikan Slank?

Bimbim [B]: Easy life

Kaka [K]: Simple

Abdee [A]: Glamor bikin gue risih

Ivanka [I]: Kalo menurut gue, glamor secara filosofi itu cenderung mapan, walaupun kata glamor dalam konotasinya Slank itu ya...urakan dan slengeannya nggak lepas. Kayak gue mau interview ke sini tetap aja naek ojek kesininya. Bagi Slank glamor ya, tetap membumi.

Ridho [R]: Glamor buat gue lebih ke attitude. Bukan dari pakaian atau lainnya, tapi lebih ke attitude. Jadi orang yang keliatannya glamor secara luar, kalau dilihat attitude-nya nggak dapat jadi kelihatan norak sih.

 

Ngomongin band dan Slank, nggak lepas dari yang namanya fans perempuan. Pernah punya pengalaman buruk dengan mereka yang mungkin sempat bikin kalian trauma?

I: Trauma sih nggak, tapi kalau dengan fans perempuan mereka lebih banyak curhat. Jadi kebanyakan kita jadi psikolognya Slankers. Dari masalah keluarga, cinta dan lain-lain. Apa yang kita bilang biasanya diikuti sama mereka, jadi nggak boleh asal ngomong.

A: Iya benar, trauma memang nggak, berhati-hati mungkin iya. Karena kadang kita berkata dan bersikap terus bereaksi dari apa yang kita hadapi, efeknya nggak seperti yang kita bayangkan. Contohnya saat kita senyum sama orang bisa aja dianggapnya beda. Bisa dianggap membuka peluang hehehe... Atau sebaliknya saat kita lagi serius untuk melakukan sesuatu nanti dianggap sombong. Tapi sebenarnya kita apa adanya aja sih, nggak dibuat-buat. Orang juga akan ngerti, kalau nggak ngerti juga berarti ada yang salah dari orang itu hahaha.

K: Teror mungkin iya, tapi nggak sampai trauma. Contohnya saat kita nggak bisa untuk komit jadinya pisah, terus diteror deh.

B: Kalau gue rata-rata yang mendekati ideologis lah. Kayak nggak ngerti lagu-lagunya Slank.

R: Gue baik-baik aja dengan perempuan, karena perempuan-perempuan baik sama gue hehehe. Tapi dulu pernah ada cerita sekitar 98/99 ada cewek yang mengaku hamil, tapi akhirnya dia minta maaf ke gue.


Baca wawancara selengkapnya di majalah TRAX edisi November 2014!

COMMENTS

VIDEO

You need Flash player 8+ and JavaScript enabled to view this video.
Trax_Plug_n_Play_small

TWITSTREAM