TRAXMAGZ.com
FOLLOW US ON:
Facebook Twitter Google Plus
Loading
ADVERTISER / SUBSCRIBERS

Ungu Bubar?


07 JANUARI 2015


Dani Febrian Alzamendi

Foto : doc.Trax

Foto : doc.Trax

Di usianya yang hampir menuju dua dekade, kesolidan Ungu kembali diuji. Sang vokalis dikabarkan akan melaju ke ranah politik bertarung memperebutkan kursi Wali Kota Palu di medio 2015. Langkah Pasha terjun ke dunia politik sudah tentu menimbulkan banyak presepsi, apalagi di awal tahun ini mereka merilis album kedua belas bertajuk Mozaik. Apakah ini menjadi album terakhir kebersamaan formasi Pasha, Makki, Onci, Enda dan Rowman? Atau kah atmosfer yang tidak bisa digantikan ketika salah satu personelnya mundur akhirnya akan membuat Ungu BUBAR?

 

Sudah hampir dua dekade berkarir di industri musik, bagaimana rasanya?

Pasha [P]: Dengan proses dari tiada menjadi ada saya pikir Ungu adalah band yang beruntung bisa ada di posisi ini artinya kita melewati tahapan-tahapan yang memang harus di lewati oleh band-band yang bisa dikatakan legend, itu menurut saya. Semua band bisa melewati proses tersebut tapi bisa sampai di posisi ini nggak? Nah, jadi ya Ungu termasuk yang beruntung sih.

Makki [M]: Waktu yang panjang, seru dan berliku, satu kata buat gue, seru!

Enda [E]: Sama kayak Makki, seru!

Onci [O]: Banyak cerita, dengan berjalannya waktu kita semakin dekat, bahkan bisa dibilang lebih dekat dari keluarga karena memang kenal di Ungu lebih dulu dan aku sendiri secara pribadi dapat jodoh dari band ini.

Rowman [R]: Rasanya bersyukur nyampe umur segini dan mudah sanpai seterusnya.

 

Secara musikalitas?

P: Tentunya ada pengembangan, saya tidak bilang sebuah kemajuan tapi pasti ada pengembangan dalam setiap poses produksi musik yang telah kita lakukan. Apakah itu diterima atau tidak, apakah itu dianggap sesuatu yang baru atau tidak, prinsipnya kami akan bikin lagu yang membuat kita nyaman dahulu. Nah, setelah merasa nyaman, kita bisa menghibur seluruh pendengar.

M: Yang nggak musikal di band ini dan yang paling secara skill skema bermusiknya biasa aja adalah gue hahaha.

O: Bagi gue, soal poin itu nggak penting buat sebuah grup hahaha.

M: Pada saat gue mulai bikin Ungu pertamanya untuk membuktikan sebuah konsep bahwa hobi bisa mendukung hidup, kedua adalah konsep bermusik dan berbisnis musik yang ada di kepala bisa diterapkan. Dan bersyukur gue dikasih jalan bertemu saudara-saudara gue ini yang jauh mumpuni dalam bermusik. Jadi kayak Onci bilang tadi salah satu titik kuat Ungu adalah kombinasi dari beberapa orang yang mungkin latar belakang musiknya berbeda, latar belakang pengetahuan berbisnisnya berbeda, tapi somehow saling mempercayai satu sama lain untuk bisa maju bareng karena tujuannya ke situ, kebetulan lima orang ini sama. Masing-masing punya porsi.

E: Sebenarnya tahun-tahun penyesuaian itu ada di 2005, ya awal-awal kita baru merasakan bagaimana menjadi sebuah band yang besar dan sukses. Pas di album makin kesini sebenarnya udah nyantai aja, udah mengalir gitu aja karena trust udah tertentuk, seperti naik pesawat Garuda kendati mahal tapi tetap mau bayar karena udah percaya. Sama seperti gue di Ungu, rasa percaya gue udah tinggi banget, mau kemana ini band, mau ada guncangan apa, gue melihat masing-masing udah memiliki sense of belonging terhadap Ungu nya diatas lebih dari tinggi, jadi nggak perlu dipikirin lagi soal segi bermusik. Tiba-tiba besok dikabarin rekaman, gue udah nggak kayak jaman dulu yang keburu udah ngerasa pusing apa yang harus gue bikin.

R: Ya gue setiap main kadang-kadang dibikin beda-beda. Kalo direkaman dapat idenya begini, pas di live gue kembangin sendiri feel-nya.

 


Baca wawancara selengkapnya di majalah TRAX edisi Januari 2015!

COMMENTS

VIDEO

You need Flash player 8+ and JavaScript enabled to view this video.
Trax_Plug_n_Play_small

TWITSTREAM