TRAXMAGZ.com
FOLLOW US ON:
Facebook Twitter Google Plus
Loading
ADVERTISER / SUBSCRIBERS

Big Chance


26 MARET 2015


Dani Febrian Alzamendi

dok. Trax

dok. Trax

Bukan hanya ingin membuktikan adanya kesempatan kedua bagi karya-karya hits terdahulunya. Namun Ariel, Lukman, Uki dan David kali ini menjajal kesempatan besar untuk bisa di kenal lebih luas oleh masyarakat dunia lewat tur konser delapan negara.

 

Teks: Fajar Andi | Foto: Eddy Sofyan

 

Bagaimana komentar yang masuk dari berbagai macam pihak tentang album Second Change?

Uki [U]: Kalau dari kritikus musik banyak yang bilang bagus ada perubahan, dari fans ada dua, selalu pro kontra lah. Ada yang merasa terlalu berubah, ada yang bilang berubah jadi bagus. Tapi mungkin kita lihatnya dari Musica, statistiknya dari segi sale itu juga lumayan bagus.

Lukman [L]: Kalau teman-temanku yang perempuan sedih katanya, lebih dibilang dari package lebih menyentuh terus ada yang bilang keren. Terus ada yang bilang coba ya band gue mainnya kayak gini, sejauh ini positif semua sih.

David [D]: Feedback-nya sih ada yang suka dan enggak. Yang enggak suka bilangnya makin rumit musiknya atau yang dulu lebih simpel easy listening. Semuanya sah-sah aja.

Ariel [A]: Sementara ini gue baru bisa dapat yang secara industri sejauh ini ya tanggapannya bagus walaupun yang lagu “Hero” enggak bisa terlalu popular karena liriknya berbahasa Inggris. Sejauh ini juga enggak ada kontranya. Ada juga komentar enggak takut kehilangan fans? Karena agak berbeda tuh.

 

Kalian puas atau punya ganjalan dengan albumnya?

U: Kalau dibilang puas, selalu enggak puas dari dulu mau siapa pun produsernya pasti ada yang kita rasa kurang. Karena kita sekarang buatnya secara kolaborasi pasti ada yang ditahan. Tapi setelah liat reaksi semuanya bagus ternyata dia bisa ngebuktiin bahwa dia benar jadi kita ada mengalahnya dan hasilnya bagus kita pun senang. Kita nambah naik kelas dalam segi pelajaran musiknya.

L: Puas , ya kalo udah jadi seperti apa pun jangan disesali, liat aja ke depan.

D: Karena sebagai pembuatnya makanya kalau ditanya, aku merasa masih kurang ini dan itu, tapi yang membatasi adalah waktu produksi. Kalau dibilang puas, itu yang terbaik yang bisa kita lakukan dalam tenggak waktu produksi segitu.

A: Gue lumayan puas cuman ada satu lagu yang enggak bisa masuk, itu doang ganjalannya. Karena memang waktunya enggak sempat lagi sih.

 

 

Beberapa kalangan mengatakan dua single Noah tidak terlalu membahana di radio-radio?

U: Gue bilang sih pertama bisa jadi kaget karena perubahan dari album yang Seperti Seharusnya terus kesini tiba-tiba bisa dibilang aransemennya enggak friendly kalau buat orang-orang di second city atau lebih ke dalam. Jika buat kota-kota besar yang biasa memutar lagu luar mungkin dengarnya oke, karena mereka sudah mendengar band-band selera si Steve Lillywhite. Tapi kalau untuk yang awam kayaknya kaget. Bahkan dulu pas dikasih album Seperti Seharusnya mereka inginnya kayak Peterpan terus. Tapi kita sebagai musisi enggak bisa, buat apa ngulang-ngulangin. Buat kita sih lebih mudah mau bikin kayak gitu lagi, enggak harus banyak mikir, tapi arahnya band bukan kesitu.

A: Kurang ramai di radio mungkin karena pas launching skalanya tidak sebesar dibanding dengan launching album sebelumnya, dan juga karena berurutan ada kesalahan dari produksi yang enggak sesuai dengan jadwal jadi satu-satu kayak efek domino. Pas keluar kekuatannya enggak penuh.

 

Baca wawancara selengkapnya di majalah TRAX edisi Maret 2015!

 

COMMENTS

VIDEO

You need Flash player 8+ and JavaScript enabled to view this video.
Trax_Plug_n_Play_small

TWITSTREAM